NEGERI KU SAYANG NEGERIKU MALANG

210979_riau-diselimuti-kabut-asap-akibat-kebakaran-hutan-_663_382Negeri semakin tidak berdaya mengatasi kebakaran lahan yg memicu bencana kabut asap. Akibatnya, penduduk mesti berhadapan dengan beraneka masalah yang selalu dipicu oleh masuknya asap pekat ke ruang-ruang publik tidak dengan permisi.

Sejak Mulai dari jarak pandang yang sangat terbatas, terganggunya kesehatan, kegiatan ekonomi yang juga mandek, sampai lumpuh dan banyaknya bandara juga disertai batalnya jadwal penerbangan.

Seperti di Bandara Sultan Thaha, Kota Jambi, Kamis petang. Bandara lumpuh & hamper tidak ada pesawat komersial berani mendarat.

Keadaan ini telah terjadi sejak Rabu tengah malam dikarenakan jarak pandang cuma 500 m. Akibatnya, jadwal penerbangan jadi kacau & calon penumpang menumpuk ditempat tunggu, menunggu keberangkatan yang tak tentu.

Telah sepekan kabut asap menyelimuti Kota Jambi & daerah lainnya. Belum kelihatan ada upaya serius mengatasi kabut asap akibat pembakaran hutan & lahan gambut. Sampai Sabtu 5 September 2015, keadaan ini belum beralih.

Keadaan yang sama juga berjalan di Bandara Sultan Syarif Kasim 2 Pekanbaru. Sampai Kamis petang belum ada tanda-tanda kabut asap dapat mereda.  Jarak pandang hanya berkisar antara 500 m, tidak satu juga maskapai yg berani menerbangkan atau mendaratkan pesawatnya.

Jumlah penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam atau yang ingin masuk ke Sumatera juga tidak dapat berhasil terbang. Elemen ini disebabkan oleh adanya kabut asap kiriman.

“Jadi sehubungan ada ganjalan penerbangan berupa asap kusus kota-kota di Sumatera, rata rata tiap-tiap harinya ada pembatalan & delay (keterlambatan) berjumlah kira-kira 5 flight (penerbangan),” tutur Kepala Bagian Umum Bandara Hang Nadim Batam terhadap Liputan6, Kamis dulu.

Dirinya menyampaikan, tiap-tiap harinya ada 5 penerbangan yg ditunda. Sementara apabila dihitung dalam 1 minggu, terdaftar ada 35 penerbangan yg tidak berhasil terbang.

“Yang batal tunda dari Jambi, Padang, Pekanbaru buat penerbangan pagi batal & schedule siang & sore masih batal juga. Utk calon pempang disatukan atau 2 penebangan tinggal satu,” jelas Swarso.
Sementara itu, sejak Sabtu pagi, sebahagian maskapai juga memutuskan untuk menutup rute penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau menyusul kabut asap yg sudah menganggu jarak pandang.

Bandara yg sepi ditinggal calon penumpang sudah tampak sejak 4 hari belakangan ini. Sekian Banyak penumpang datang utk mengembalikan ticket. Sekolah-sekolah di liburkan menjadi sebab status pencemaran tetap bersi kukuh terhadap level yg berbahaya.

Tidak cuma di Pulau Sumatera, kabut asap juga membatalkan  jadwal penerbangan di banyaknya bandara di Kalimantan. Banyaknya 13 jadwal penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan mesti terhambat tatkala sekian banyak jam. Ini akibat hawa yang selalu diselimuti kabut asap kebakaran hutan & lahan.

Airport Service Section Head (AVSH) Syamsudin Noor Wahyu Riyanto menyampaikan, penundaan penerbangan terhadap Pekan tempo hari berlangsung lantaran terbatasnya jarak pandang pilot. Penundaan penerbangan berkisar 1-2 jam dari jadwal yg sudah ditetapkan diawal mulanya.

Disebutkan, pesawat Lion Air maksud Surabaya dijadwalkan lepas landas pukul 06.30 Wita namun baru terbang pukul 08.04 Wita & Lion Air ke Yogyakarta pukul 06.45 Witajadi 08.00 Wita.

Seterusnya, Lion Air dari Balikpapan yg dijadwalkan mendarat pukul 08.25 Wita jadi pukul 10.41 Wita & Lion Air maksud Bandung pukul 09.00 Wita jadi pukul 11.30 Wita.

Pesawat Wing Air dari Kab Kotabaru menuju Syamsudin Noor pukul 08.25 Wita jadi pukul 09.47 Wita & Wing Air ke Balikpapan pukul 09.25 Wita jadi pukul 10.10 Wita.

Dua penerbangan Garuda dari Jakarta ke Banjarmasin juga terhenti dari jadwal pukul 08.40 Wita jadi 11.30 Wita, & Jakarta ke Banjarmasin pukul 09.35 Wita jadi 12.14 Wita.

Sumatera Tertutup Kabut

Memperlihatkan skala pekatnya kabut asap dari pembakaran hutan & lahan, tidak heran jikalau di Sumatera kabut asap nyaris merata. Pelaksana Pekerjaan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyatakan, nyaris semua Pulau Sumatera dikala ini tertutup kabut asap.

“Sekarang kan angin bergerak ke utara, nyaris 80% Sumatera tertutup oleh asap,” tutur Arsya djulian di di kantor Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan, Jakarta, Sabtu.

Kejadian ini berdampak tidak baik, terutama terkait kelancaran transportasi hawa di Riau & sekitarnya. “Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru tempo hari & 2 hari yang lalu ada delay pesawat,” tutur dirinya.

Arsya djulian menyambung, hingga kini titik api yg ada di provinsinya menunjukkan peningkatan. Apabila tempo hari cuma 10, hri ini mencapai 14 titik api.

“Kalau melihat dari angka hotspot dari Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika & KMS yg kami punyai jikalau tanggal 4 (September 2015) ada 10 hotspot di atas 70% confidence-nya itu cuma 7,” terang dirinya.

“Sementara  itu hari ini ada 14 hotspot, yang di atas 4 confidence-nya itu ada 10, dan berharap sore hari ini akan padam,” imbuh Arsyadjuliandi.

Lantaran keadaan inilah, sekian banyak kelompok penduduk di Riau laksanakan protes kabut asap. Suatu kelompok yang dipimpin oleh para pemuda bahkan memasangkan masker akbar di wajah Patung Tepak Sirih, yang dikenal juga sebagai patung selamat datang dari Kota Pekanbaru.

 

Sumber: liputan6

banner rj store 5

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply