APAKAH PESTA PERKAWINAN HARUS MEWAH?

Tips-Memilih-Foto-Pre-wedding

Menikah merupakan cara yang paling afdhal dalam menjaga kehormatan, karena dengan menikah dapat menjaga dari apa yang diharamkan Allah. Menikah juga merupakan jalan biologis bagi sepasang suami istri untuk dapat memperoleh keturunan.

Perkawinan juga merupakan salah satu fitrah kemanusiaan, karena menikah merupakan naluri bagi manusia, jika menikah tidak dipenuhi maka mereka akan mencari jalan syaitan yang pastinya selalu menjerumuskan manusia kelembah hitam.

Islam menganjurkan umatnya yang telah baligh untuk menikah, karena telah dicatat dalam Al-qur’an dan menjadi As-sunnah. Penghargaan islam terhadap menikah juga sangat tinggi derajatnya, sampai dibandingkan bahwa menikah sebanding dengan separuh agama mereka.

Berikut tata cara perkawinan menurut ajaran islam:

  1. Peminang (khitbah)

Sebaiknya sebelum mengawini seorang muslimah, mereka diharuskan untuk meminangnya terlebih dahulu. Karena bisa saja muslimah tersebut sudah dipinang oleh orang lain, dan islam melarang seorang muslim meminang muslimah yang sudah dipinang orang lain.

  1. Akad nikah, sebaiknya akad nikah dilakukan jika keduanya memang sama-sama memiliki rasa suka, adanya ijab qabul, adanya mahar untuk kaum muslimah, adanya wali dari kedua mempelai, serta adanya saksi-saksi untuk menjadi penguat sebuah pernikahan tersebut.
  2. Walimah, itu sejenis dengan acara resepsi, itu dianjurkan bahkan masuk dalam kategori wajib, tapi hendaklah mereka mengundang orang-orang miskin, dan orang-orang yang merasa lapar perutnya. Karena Nabi pernah bersabda bahwa makanan yang paling buruk adalah makanan walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja, tapi orang-orang miskin tidak diundang olehnya.
  3. Tidak menuntut mahar yang tinggi, islam sangat melarang hal itu, islam justru menganjurkan umatnya untuk memberikan mahar yang murah dan mudah.
  4. Mengikuti upacara adat, biasanya di zaman sekarang ini mereka lebih menjalankan upacara adat dan melupakan sunah-sunah yang ada dalam islam.
  5. Tidak mengucapkan selamat ala kaum jahiliyah

Selamat ala kaum jahiliyah adalah perkataan “semoga mempelai murah rezeki dan banyak anak” karena Rasulullah melarang ucapan tersebut. Sebaiknya ucapkan perkataan mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kalian keberkahan dan melimpahkan kalian keberkahan.

  1. Tidak adanya ikhtilath

Yang dimaksud dari ikhtilath adalah terjadinya pandang-memandang, dan bercampurnya laki-laki dan wanita sehingga terjadi sentuh-menyentuh.

  1. Tidak ada acara tukar menukar cincin, karena hal tersebut tidak ada dalam ajaran islam.

Sebaiknya jika diantara kalian orang yang beriman telah mendapatkan jodoh yang sholeh/sholehah segera khitbah dan nikah agar tidakterjadi hal-hal yang haram hukumnya bagi agama islam.

Sumber: wordpress

banner rj store 5

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply